^array:2 [
"count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.call_number like ?)"
"query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.call_number like ?) order by b.last_update desc limit 10 offset 10"
]
Buku ini mengisahkan awal mula terbentuknya tim sepak bola anak-anak bernama Cipolline (Bawang Kecil). Ceritanya berpusat pada Tommi dan teman-temannya yang penuh semangat dalam menghadapi kejuaraan resmi pertama mereka.
Novel ini melanjutkan kisah Ikal dari Laskar Pelangi. Fokus cerita beralih ke masa remaja Ikal bersama sepupunya, Arai, dan sahabat mereka, Jimbron, saat bersekolah di SMA Negeri 1 Manggar, Belitung. Mereka hidup mandiri, bekerja sebagai kuli ngambat di pasar ikan untuk membiayai sekolah, namun tetap memiliki mimpi besar untuk kuliah di Sorbonne, Prancis.
Novel ini menceritakan kisah Asrul dan Zenna, dua individu dari latar belakang sederhana, yang bertekad untuk mengangkat derajat keluarga mereka ke kehidupan yang lebih baik. Asrul, yang tidak memiliki dompet, selalu melihat ayahnya (Bapak) menyelipkan kayu manis di dompetnya, sebuah simbol perjuangan dan pengorbanan yang mendalam.
Menggambarkan seseorang yang terlihat baik-baik saja di luar, namun sebenarnya sedang berjuang menyembuhkan luka batin sendirian tanpa ingin merepotkan orang lain.
The stories within these anthologies are typically novella-length and explore different corners of the Five Nights at Freddy's lore, offering chilling tales that "fill in some of the blanks of the past"
cerita ini berlatar saat liburan Natal di Pondok Kirrin. Karena ibunda Julian, Dick, dan Anne jatuh sakit, mereka menghabiskan liburan bersama George dan anjingnya, Timmy, dengan didampingi seorang guru les privat bernama Pak Roland
Dalam petualangan ini, Julian, Dick, Anne, George, dan anjing mereka Timmy, menghabiskan liburan di sebuah kamp di dekat area rawa yang sepi [3]. Ketegangan dimulai saat mereka mendengar legenda tentang "Kereta Api Hantu" yang konon berjalan sendiri di rel bawah tanah yang sudah lama ditinggalkan
Key characters include Isabella Seva Amorita, her father Angga, her estranged brother Gara who eventually begins to accept her, her jealous half-sister Anvaya, and a potential love interest Menara Kaif Jaendra.
mengisahkan perjuangan dan keajaiban masa kecil sepuluh anak sederhana di Belitung, melawan keterbatasan pendidikan dan kemiskinan di sekolah Muhammadiyah yang hampir ditutup, menjadi simbol semangat, persahabatan, dan kekuatan pendidikan untuk mengubah nasib, penuh kisah inspiratif tentang tokoh seperti Lintang si jenius dan Mahar si seniman imajinatif.